Entri Populer

Saturday, November 26, 2011

Artikel: Plus Minus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)



sumber : http://re-searchengines.com/imamhanafie3-07-2.html

Kurikulum / Curriculum

Sunday, March 11, 2007 09:53:11 Clicks: 601
Nama & E-mail (Penulis):
Imam Hanafie Mh.A, MA
mahaniv@yahoo.com
Saya Guru di SMP Al-Jawahir Samarinda
Plus Minus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Tanggal: 28 Februari 2007 

Kelebihan KTSP

KTSP yang hendak diberlakukan Depertemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) sesungguhnya dimaksudkan untuk mempertegas pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Artinya, kurikulum baru yang ini tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa. Menurut Fasli Jalal, pemberlakukan KTSP tidak akan melalui uji publik maupun uji coba, karena kurikulum ini telah diujicobakan melalui KBK yang diterapkan ke beberapa sekolah yang menjadi pilot project.

Fasli juga berpendapat bahwa pemberlakuan Kurikulum 2006 tergantung analisis Mendiknas. Namun, kurikulum ini hanya akan diterapkan di kelas 1 di semua jenjang. Selain itu, hanya sekolah yang siap, yang menerapkan kurikulum baru ini. Kesiapan sekolah ini ditandai dengan ketersediaan sarana dan prasarana, pengalaman menerapkan KBK, dan rasio murid. Pengalaman menerapkan KBK dapat menjadi bekal suatu sekolah untuk menerapkan kurikulum baru ini dan diharapkan tahun 2009, semua sekolah telah menerapkan kurikulum ini.

Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia memiliki kelebihan-kelebihan masing-masing bergantung kepada situasi dan kondisi saat di mana kurikulum tersebut diberlakukan. Menurut hemat penulis KTSP yang direncanakan dapat diberlakukan secara menyeluruh di semua sekolah-sekolah di Indonesia pada tahun 2009 itu juga memiliki beberapa kelebihan jika dibanding dengan kurikulum sebelumnya, terutama kurikulum 2004 atau KBK. Kelebihan-kelebihan KTSP ini antara lain:

1. Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu bentuk kegagalan pelaksanaan kurikulum di masa lalu adalah adanya penyeragaman kurikulum di seluruh Indonesia, tidak melihat kepada situasi riil di lapangan, dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal. Dengan adanya penyeragaman ini, sekolah di kota sama dengan sekolah di daerah pinggiran maupun di daerah pedesaan. Penyeragaman kurikulum ini juga berimplikasi pada beberapa kenyataan bahwa sekolah di daerah pertanian sama dengan sekolah yang daerah pesisir pantai, sekolah di daerah industri sama dengan di wilayah pariwisata. Oleh karenanya, kurikulum tersebut menjadi kurang operasional, sehingga tidak memberikan kompetensi yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan diri dan keunggulankhas yang ada di daerahnya. Sebagai implikasi dari penyeragaman ini akibatnya para lulusan tidak memiliki daya kompetitif di dunia kerja dan berimplikasi pula terhadap meningkatnya angka pengangguran. Untuk itulah kehadiran KTSP diharapkan dapat memberikan jawaban yang konkrit terhadap mutu dunia pendidikan di Indonesia.

Dengan semangat otonomi itu, sekolah bersama dengan komite sekolah dapat secara bersama-sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi lingkungan sekolah. Sebagai sesuatu yang baru, sekolah mungkin mengalami kesulitan dalam penyusunan KTSP. Oleh karena itu, jika diperlukan, sekolah dapat berkonsultasi baik secara vertikal maupun secara horizontal. Secara vertikal, sekolah dapat berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten atau Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi, dan Departemen Pendidikan Nasional. Sedangkan secara horizontal, sekolah dapat bermitra dengan stakeholder pendidikan dalam merumuskan KTSP. Misalnya, dunia industri, kerajinan, pariwisata, petani, nelayan, organisasi profesi, dan sebagainya agar kurikulum yang dibuat oleh sekolah benar-benar mampu menjawab kebutuhan di daerah di mana sekolah tersebut berada.

2. Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.

Dengan berpijak pada panduan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang dibuat oleh BNSP, sekolah diberi keleluasaan untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan oleh sekolah. Sekolah bisa mengembangkan standar yang lebih tinggi dari standar isi dan standar kompetensi lulusan.

Sebagaimana diketahui, prinsip pengembangan KTSP adalah (1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya; (2) Beragam dan terpadu; (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan; (5) Menyeluruh dan berkesinambungan; (6) Belajar sepanjang hayat; (7) Dan seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Berdasarkan prinsip-prinsip ini, KTSP sangat relevan dengan konsep desentralisasi pendidikan sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) yang mencakup otonomi sekolah di dalamnya. Pemerintah daerah dapat lebih leluasa berimprovisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Di samping itu, sekolah bersama komite sekolah diberi otonomi menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

3. KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa.

Sesuai dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Peraturan Mendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Mendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), sekolah diwajibkan menyusun kurikulumnya sendiri. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) itu memungkinkan sekolah menitikberatkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling dibutuhkan siswanya. Sebagai contoh misalnya, sekolah yang berada dalam kawasan pariwisata dapat lebih memfokuskan pada mata pelajaran bahasa Inggris atau mata pelajaran di bidang kepariwisataan lainnya.

Sekolah-sekolah tersebut tidak hanya menjadikan materi bahasa Inggris dan kepariwisataan sebagai mata pelajaran saja, tetapi lebih dari itu menjadikan mata pelajaran tersebut sebagai sebuah ketrampilan. Sehingga kelak jika peserta didik di lingkungan ini telah menyelesaikan studinya bila mereka tidak berkeinginan untuk melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi mereka dapat langsung bekerja menerapkan ilmu dan ketrampilan yang telah diperoleh di bangku sekolah.

KTSP ini sesungguhnya lebih mudah, karena guru diberi kebebasan untuk mengembangkan kompetensi siswanya sesuai dengan lingkungan dan kultur daerahnya. KTSP juga tidak mengatur secara rinci kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, tetapi guru dan sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkannya sendiri sesuai dengan kondisi murid dan daerahnya. Di samping itu yang harus digarisbawahi adalah bahwa yang akan dikeluarkan oleh BNSP tersebut bukanlah kurikulum tetapi tepatnya Pedoman Penyusunan Kurikulum 2006.

4. KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%.

Dengan diberlakukannya KTSP itu nantinya akan dapat mengurangi beban belajar sebanyak 20% karena KTSP tersebut lebih sederhana. Di samping jam pelajaran akan dikurangi antara 100-200 jam per tahun, bahan ajar yang dianggap memberatkan siswa pun akan dikurangi. Meskipun terdapat pengurangan jam pelajaran dan bahan ajar, KTSP tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa.

Pengurangan jam belajar siswa tersebut merupakan rekomendasi dari BNSP. Rekomendasi ini dapat dikatakan cukup unik, karena selama bertahun-tahun beban belajar siswa tidak mengalami perubahan, dan biasanya yang berubah adalah metode pengajaran dan buku pelajaran semata. Jam pelajaran yang biasa diterapkan kepada siswa sebelunya berkisar antara 1.000-1.200 jam pelajaran dalam setahun. Jika biasanya satu jam pelajaran untuk siswa SD, SMP dan SMA adalah 45 menit, maka rekomendasi BNSP ini mengusulkan pengurangan untuk SD menjadi 35 menit setiap jm pelajaran, untuk SMP menjadi 40 menit, dan untuk SMA tidak berubah, yakni tetap 45 menit setiap jam pelajaran. Total 1.000 jam pelajaran dalam satu tahun ini dengan asumsi setahun terdapat 36-40 minggu efektif kegiatan belajar mengajar.dan dalam seminggu tersebut meliputi 36-38 jam pelajaran.

Alasan diadakannya pengurangan jam pelajaran ini karena menurut pakar-pakar pendidikan anak bahwa jam pelajaran di sekolah-sekolah selama ini terlalu banyak. Apalagi kegiatan belajar mengajar masih banyak yang terpaku pada kegiatan tatap muka di kelas. Sehingga suasana yang tercipta pun menjadi terkesan sangat formal. Dampak yang mungkin tidak terlalu disadari adalah siswa terlalu terbebani dengan jam pelajaran tersebut. Akibat lebih jauh lagi adalah mempengaruhi perkembangan jiwa anak.

Persoalan ini lebih dirasakan untuk siswa SD dan SMP. Dalam usia yang masih anak-anak, mereka membutuhkan waktu bermain yang cukup untuk mengembangkan kepribadiannya. Suasana formal yang diciptakan sekolah, ditambah lagi standar jam pelajaran yang relatif lama, tentu akan memberikan dampak tersendiri pada psikologis anak. Banyak pakar yang menilai sekolah selama ini telah merampas hak anak untuk mengembangkan kepribadian secara alami.

Inilah yang menjadi dasar pemikiran bahwa jam pelajaran untuk siswa perlu dikurangi. Meski demikian, perngurangan itu tidak dilakukan secara ekstrim dengan memangkas sekian jam frekwensi siswa berhubungan dengan mata pelajaran di kelas. Melainkan memotong sedikit, atau menghilangkan titik kejenuhan siswa terhadap mata pelajaran dalam sehari akibat terlalu lama berkutat dengan pelajaran itu.

Dapat dikatakan bahwa perberlakuan KTSP ini sebagai upaya perbaikan secara kontinuitif. Sebagai contoh, kurikulum 1994 dapat dinilai sebagai kurikulum yang berat dalam penerapannya. Ketika diberlakukan Kurikulum 1994 banyak sekolah yang terlalu bersemangat ingin meningkatkan kompetensi iptek siswa, sehingga muatan iptek pun dibesarkan. Tetapi yang patut disayangkan adalah SDM yang tersedia belum siap, sehingga hasilnya hanya sekitar 30% siswa yang mampu menerapkan kurikulum tersebut.

5. KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.

Pola kurikulum baru (KTSP) akan memberi angin segar pada sekolah-sekolah yang menyebut dirinya nasional plus. Sekolah-sekolah swasta yang kini marak bermunculan itu sejak beberapa tahun terakhir telah mengembangkan variasi atas kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Sehingga ketika pemerintah kemudian justru mewajibkan adanya pengayaan dari masing-masing sekolah, sekolah-sekolah plus itu jelas akan menyambut gembira.

Kehadiran KTSP ini bisa jadi merupakan kabar baik bagi sekolah-sekolah plus. Sebagian sekolah-sekolah plus tersebut ada yang khawatir ditegur karena memakai bilingual atau memakai istilah kurikulum yang bermacam-macam seperti yang ada sekarang. Sekarang semua bentuk improvisasi dibebaskan asal tidak keluar panduan yang telah ditetapkan dalam KTSP.

Sebagai contoh, Sekolah High Scope Indonesia, sebelumnya sejak awal berdiri pada 1990 telah menggunakan kombinasi kurikulum Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). Kendati mendapat lisensi dari AS, namun pihaknya tetap mematuhi kurikulum pemerintah. Caranya dengan mematuhi batas minimal, namun secara optimal memberikan penekanan pada aspek-aspek tertentu yang tidak diatur oleh kurikulum. Misalnya tetap memberikan materi Bahasa Indonesia, namun menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama.

Kelemahan KTSP

Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia di samping memiliki kelebihan-kelebihan juga memiliki kelemahan-kelamahannya. Sebagai konsekuansi logis dari penerapan KTSP ini setidak-tidaknya menurut penulis terdapat beberapa kelemahan-kelamahan dalam KTSP maupun penerapannya, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada.

Pola penerapan KTSP atau kurikulum 2006 terbentur pada masih minimnya kualitas guru dan sekolah. Sebagian besar guru belum bisa diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan ide-ide kreatif untuk menjabarkan panduan kurikulum itu (KTSP), baik di atas kertas maupun di depan kelas. Selain disebabkan oleh rendahnya kualifikasi, juga disebabkan pola kurikulum lama yang terlanjur mengekang kreativitas guru.

2. Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP.

Ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap dan representatif merupakan salah satu syarat yang paling urgen bagi pelaksanaan KTSP. Sementara kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak satuan pendidikan yang minim alat peraga, laboratorium serta fasilitas penunjang yang menjadi syarat utama pemberlakuan KTSP.

3. Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya, penyusunannya maupun prakteknya di lapangan.

Masih rendahnya kuantitas guru yang diharapkan mampu memahami dan menguasai KTSP dapat disebabkan karena pelaksanaan sosialisasi masih belum terlaksana secara menyeluruh. Jika tahapan sosialisasi tidak dapat tercapai secara menyeluruh, maka pemberlakuan KTSP secara nasional yang targetnya hendak dicapai paling lambat tahun 2009 tidak memungkinkan untuk dapat dicapai.

4. Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurang pendapatan para guru.

Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan menambah persoalan di dunia pendidikan. Selain menghadapi ketidaksiapan sekolah berganti kurikulum, KTSP juga mengancam pendapatan para guru. Sebagaimana diketahui rekomendasi BSNP terkait pemberlakuan KTSP tersebut berimplikasi pada pengurangan jumlah jam mengajar. Hal ini berdampak pada berkurangnya jumlah jam mengajar para guru. Akibatnya, guru terancam tidak memperoleh tunjangan profesi dan fungsional.

Untuk memperoleh tunjangan profesi dan fungsional semua guru harus mengajar 24 jam, jika jamnya dikurangi maka tidak akan bisa memperoleh tunjangan. Sebagai contoh, pelajaran Sosiologi untuk kelas 1 SMA atau kelas 10 mendapat dua jam pelajaran di KTSP maupun kurikulum sebelumnya. Sedangkan di kelas 2 SMA atau kelas 11 IPS, Sosiologi diajarkan selama lima jam pelajaran di kurikulum lama. Namun di KTSP Sosiologi hanya mendapat jatah tiga jam pelajaran. Hal yang sama terjadi di kelas 3 IPS. Pada kurikulum lama, pelajaran Sosiologi diajarkan untuk empat jam pelajaran tapi pada KTSP menjadi tiga jam pelajaran. Sementara itu masih banyak guru yang belum mengetahui tentang ketentuan baru kurikulum ini. Jika KTSP telah benar-benar diberlakukan, para guru sulit memenuhi ketentuan 24 jam mengajar agar bisa memperoleh tunjangan.

Beberapa faktor kelemahan di atas harus menjadi perhatian bagi pemerintah agar pemberlakuan KTSP tidak hanya akan menambah daftar persoalan-persoalan yang dihadapi dalam dunia pendidikan kita. Jika tidak, maka pemberlakuan KTSP hanya akan menambah daftar makin carut marutnya pendidikan di Indonesia.

Saya Imam Hanafie Mh.A, MA setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright).

Sunday, July 17, 2011

In House Training Peningkatan Kompetensi ICT Tahap II Guru SMA/SMK

Narasumber : TIM IHT ICT Dinas Prov Jateng
Lokasi          : SMK N 1 Rembang
Materi          : Cara download buku gratis di http://bse.kemdiknas.go.id/

    • Buat akun baru
    • Login
    • Cari BSE yang di perlukan
    • Download BSE yang di ingingkan

      Saturday, July 16, 2011

      In House Training Peningkatan Kompetensi ICT Tahap II Guru SMA/SMK

      Narasumber : TIM IHT ICT Dinas Prov Jateng
      Email            : isa.akhlis@gmail.com
                            IHT 2 Rembang
      Lokasi          : SMK N 1 Rembang
      Materi          : Cara download/mengunduh vidio gratis dihttp://www.youtube.com

       youtube

      • Pilih vidio yang kita inginkan di youtube.com
      • Setelah terpilih copy/salin url vidio di navbar
      • Lalu paste/tempel keepvid
      • Lalu klik/tekan download
      • Jika ada 'Run'  klik ok saja
      • Jika proses berhasil, keepvid akan menawarkan beberapa formatfile vidio yang dapat di unduh
        • flv
        • mp4
        • 3gp
      • Pilih salah satu dari format file lalu klik kiri
      • Kalau ada tawaran simpan berkas pilih 'save' lalu  'ok'

        Tuesday, March 29, 2011

        Es Kolak Pisang

        Kolak Enak

        Bahan :
        * 800 ml santan
        * 350 gram gula pasir
        * 3 lembar daun pandan
        * 1/4 sdt garam
        * 400 gram pisang tanduk, iris serong
        * 240 gram kolang-kaling, iris tipis
        * 150 gram nangka matang, potong kotak
        * es serut secukupnya
        * 50 ml sirup cocopandan

        Cara membuat Resep Es Kolak Pisang :
        1. Rebus santan, gula pasir, daun pandan, dan garam hingga beruap.
        2. Masukkan pisang tanduk dan kolang-kaling sambil diaduk hingga mendidih. Tambahkan nangka, lali masak kembali hingga mendidih, angkat dan dinginkan.
        3. Sajikan kolak pisang dengan es serut dan siramkan sirup cocopandan di atasnya.

        Info resep minuman “Resep Es Kolak Pisang” diatas cocok disajikan untuk : 5 porsi.

        Resep Es Cincau Kuah Santan

        Es Cincau
        Saya suka sekali dengan Cincau Hijau

         
        Resep Bahan Es Cincau Kuah Santan :
        • cincau hijau 250 gram
        • santan 1,5 liter dari 1 butir kelapa
        • garam secukupnya
        • daun pandan wangi 1 lembar, simpulkan
        • sirup gula merah 200 ml, siap beli
        • es serut secukupnya
        Cara Membuat Es Cincau Kuah Santan :
        1. Campur santan, garam, dan daun pandan wangi. Rebus di atas api sedang sambil sesekali diaduk hingga mendidih. Angkat dan biarkan uap panasnya hilang.
        2. Tuang sirup gula merah dalam gelas saji.
        3. Tuang santan secukupnya.
        4. Tambahkan cincau hijau dan es serut secukupnya. Sajikan.
        Untuk 8 gelas
        Selamat mencoba
         
        Es Cincau

        Resep Cincau Hijau

        Cincau Hjau

        Nah begini nih cara membuat Cincau Hijau. Pohon Cincau Hijau sangat mudah ditanam dan tidak perlu perawatan khusus seperti beberapa tanaman lainnya.
        Resep Bahan Cincau Hijau :
        • daun cincau 40 lembar yang sedang, cuci bersih
        • air matang 300 ml
        Cara Membuat Cincau Hijau :
        1. Remas-remas daun cincau
        2. Tuang 1/2 bagian air sedikit demi sedikit sambil terus diremas-remas hingga keluar lendir/gel berwarna hijau.
        3. Saring remasan daun cincau.
        4. Remas-remas kembali ampas (daun cincau) sambil tuang sisa air hingga keluar lendirnya. Saring.
        5. Simpan hasil saringan daun cincau dalam lemar pendingin hingga beku selama kurang lebih 3-4 jam. Cincau hijau siap digunakan.
        Selamat mencoba

        Sunday, March 6, 2011

        Bagaimana Cara LULUS Dengan NILAI A?



        Artikel ini di kutip dari BUKU Bagaimana Cara LULUS Dengan NILAI A?
        karya BAMBANG PRAKUSO
        15 Masalah Pelajar
        1. Kamu merasa ingatanmu buruk
        2. Kamu suka menunda untuk belajar
        3. Kamu suka malas-malasan
        4. Kamu candu main PS, game internet, nonton TV
        5. Kamu sulit memahami pelajaran
        6. Kamu mudah bingung
        7. Perhatianmu tidak tahan lama
        8. Kamu suka melamun
        9. Kamu takut pada ujian
        10. Kamu takut pada orangtua jika tidak lulus
        11. Kamu merasa pelajaran terlau banyak, sehingga tidak ada waktu untuk belajar
        12. Kamu merasa kurang gairah, tidak termotivasi
        13. Kamu sering kali mudah menyerah
        14. Kamu merasa ada guru/dosen atau ada guru/dosen yang membosankan
        15. Kamu tidak menyukai atau tidak tetarik pada satu pelajaran
        Kamu hanya akan bisa mendapatkan nillai A di sekolah atau meraih perguruan tinggi yang kamu impikan, kaau kamu menghilangkan semua virus "15 Masalah Pelajar" tersebut.

        Kuliah di UTPBJJ Semarang SEMESTER 1 ( 2011.1 )

        Pada semester ini saya meregistrasi 6 Mata Kuliah, yaitu :
        1. PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA ( PUST2137 ) => 3 SKS 
          • JAM UJI I.1 ( 07.00 - 08.30 )
          • KODE BUKU 
          •  DESKRIPSI MK
            • Mata kuliah ini membahas tentang pelestarian bahan pustaka, penyebab beserta pemecahannya, kendali lingkungan, perilaku terhadap bahan puistaka, bagaimana melestarikan kandungan intelektual, artefak, juga kesiagaan tentang adanya bencana atau pelestarian pasca bencana alam. Cara-cara mentranser dari satu media ke media lain maupun pelestarian data dalam bentuk digital dan yang terakhir pelestarian bahan pustaka yang di lakukan di berbagai negara sebagai pengetahuan maupun pertimbangan bagi perpustakaan. Setelah menyelesaikan mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat memelihara dan memperbaiki kerusakan bahan pustaka di perpustakaan.
        2. ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR ( MKDU4109 ) => 3 SKS 
          • JAM UJI I.4 ( 12.45-14.15 )
          • KODE BUKU
          • DESKRIPSI MK
            • Mata kuliah ini berisi tentang hakikat pendidikan Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD), konsep-konsep sosial dan budaya, seperti konsep kebudayaan; peradaban; multikulturalisme; moralitas dan hukum; lingkungan fisik dan sosial; globalisasi, serta contoh-contoh fenomena sosial budaya yang ada di masyarakat. Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu untuk menjelaskan fenomena sosial budaya yang ada di masyarakat
        3. PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( MKDU4221 ) => 3 SKS 
          • JAM UJI I.5 ( 14.30-16.00 )
          • KODE BUKU
          • DESKRIPSI MK
            • Mata kuliah Pendidikan Agama Islam membahas tentang: Tuhan Yang Maha Esa dan Ketuhanan, Manusia, Masyarakat, hukum, moral, budaya, Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni, Politik dan kerukunan antar umat beragama ditinjau dau dari agama islam
        4. PELAYANAN BAHAN PUSTAKA ( PUST2135 ) => 2 SKS
          • JAM UJI II.2 ( 08.45-10.15 )
          • KODE BUKU
          • DESKRIPSI MK
            • Mata kuliah ini merupakan salah satu Mata Kuliah ilmu perpustakaan yang bertujuan memberikan pengetahuan mengenai segala aspek yang berkaitan dengan pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Melelui mata kuliah ini, kita akan mempelajari tentang konsep dasar pelayanan perpustakaan yang meliputi: fungsi layanan sirkulasi, sistem peminjaman, layananan rujukan, layanan literatur, bimbingan mahasiswa termasuk pembinaan minat baca. Setelah menyelesaikan mata kuliah ini diharapkan mahasiswa memunyai kemampuan mengenaipengetahuan mengenaisegala aspek yang berkaitan dengan pelayanan perpustakaan kepada pemakai
        5. BAHASA INDONESIA ( MKDU4110 ) => 3 SKS
          • JAM UJI II.3 ( 10.30-12.00 )
          • KODE BUKU
          • DESKRIPSI MK
            • Mata kuliah ini membahas masalah hakikat membaca, strategi membaca efektif, konsep dan konvensi penulis karangan, kalimat efektif, sertamerancang dan mengembangkan karangan sederhana.
        6. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN ( MKDU4111 ) => 3 SKS
          • JAM UJI II.4 ( 14.30-16.00 )
          • KODE BUKU
          • DESKRIPSI MK
            • Mata kuliah ini membahas tentang wawasan nusantara, ketahanan nasional, politik dan strategi hankamnas, serta sistem pertahanan keamananan rakyat semesta (sishankamrata)